Resolusi Juara 2012

Jatuh Bangun Di Dunia Internet Marketing

Dalam bisnis jatuh bangun adalah hal yang biasa. Kegagalan adalah guru yang paling baik untuk menapak kesuksesan berikutnya. Dari kegagalan kita jadi tahu bagaimana cara untuk meraih suatu keberhasilan.

Telkom SpeedySekitar 2 tahun yang lalu saya mulai menekuni pekerjaan sebagai Internet Marketing. Pada awal memulai bisnis Internet Marketing saya mencoba untuk fokus mengikuti program affiliasi yang berbasis Paid Per Click (PPC). Sayapun mulai mendaftarkan diri sebagai member Google Adsense yang merupakan program affiliasi berbasis PPC paling populer di Dunia.

Setelah 6 bulan saya fokus membangun niche blog untuk menjadi publiser adsense, sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasilnya. Penghasilan mulai lancar mengalir. Pada saat itu beberapa teman mulai menyarankan untuk membangun website untuk mengikuti program affiliasi lain berbasis Paid Per Sale (PPS) seperti Amazon atau Clickbank. Namun karena saya sudah merasa nyaman dengan penghasilan dari google adsense, saran itu saya biarkan begitu saja masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Memang PPS mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi bila dibanding dengan PPC dan saya sudah merasa nyaman hanya menggeluti PPC.

Sekitar pertengahan tahun 2011 google adsense melakukan pem-banned-an besar-besaran terhadap affiliatenya di Indonesia dengan berbagai alasan. Saya salah satu affiliate google ansense yang kena bannned. Dampaknya jelas yaitu penghasilan menjadi nol. Sejak itu saya mulai sadar untuk mencoba menekuni program affiliasi PPS yaitu amazon dan clickbank.

Sekarang sudah memasuki tahun 2012. Saya bertekad untuk menjadi Master Amazon dan Clickbank. Saya harus bisa menghasilkan ribuan dolar dari kedua program affiliasi itu. Untuk mewujudkannya saya sudah merancang program yang harus saya lakukan dengan berbagai macam strategi yang diajarkan di sekolah Internet Marketing yang saya ikuti. Apabila fokus dan konsisten saya yakin bisa jadi pemenang. Saya yakin tahun 2012 akan lebih baik dari tahun lalu.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Iman - January 8, 2012 at 4:04 pm

Categories: Duniaku   Tags:

Dell Inspiron N4110 Xpress My Style:Di Duniaku Internet Marketing

Dell Inspiron N4110Sebagi seorang Internet Marketing, Laptop dan koneksi internet adalah senjata utamaku. Dan sebagi anak muda yang aku butuhkan bukan hanya Laptop dengan kinerja yang handal tapi juga stylist menjadi kebutuhan utamaku. Setiap hari aku menghabiskan waktu tidak kurang dari 10 jam untuk bekerja dengan laptop. Untuk itu kinerja perangkat keras dan ketahanan laptop menjadi sesuatu yang wajib buatku. Setelah searching dan brousing kesana kemari akhirnya pilihanku jatuh pada Dell Inspiron N4110.

Setelah mendapatkan Dell Inspiron N4110 kesan pertama begitu luar biasa. Tampilan secara fisik sangat kokoh dengan ukuran layar ukuran 14″. Banyak pilihan warna namun aku jatuh hati pada Dell Inspiron N4110 warna merah. Dengan harga yang tidak menguras kantong akupun bisa mendapatkan laptop dengan spesifikasi kelas atas yaitu intel core i3 dengan VGA intel HD Grapics 3000 yang sangat pas untuk mendukung kerjaku sebagai seorang Internet Marketing.

Ketika aku mengikuti ghatering bersama teman-teman Internet Marketing, Dell Inspiron N4110 warna merahku seolah menjadi teman yang serasi buatku. Sungguh aku merasa bangga membawa laptop yang beratnya cuma sekita 2kg ini. Banyak teman-teman yang menanyakan keandalan laptop yang aku bawa yang tentu saja sangat memuaskan. Jelas Dell Inspiron N4110 adalah laptop stylish dengan kinerja handal tidak malu maluin dibawa kemanapun. I love Dell Inspiron N4110 merahku.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Iman - January 8, 2012 at 1:40 pm

Categories: Duniaku   Tags:

Suatu Sore di Kampus FIA UB

Sore itu aku dan teman-teman kuliahku sedang menunggu perkuliahan di salah satu gedung kuliah yang sudah tua. Maklum fakultasku yaitu Fakultas Ilmu Administrasi saat itu memiliki gedung yang paling tua dan paling jelek hehe diatara semua fakultas yang ada di Universitas Barwijaya Malang. Tapi saat ini beda karena sudah ada 2 gedung baru yang bagus. Oke kembali kecerita awal, seperti biasa kedatangan dosen yang sedikit terlambat membuat kami para mahasiswa harus menjadi “wayang”. Meminjam istilah pertunjukan wayang kulit yang di jajar di layar warna putih. Kami secara tidak sadar juga berdiri berjajar dengan latar belakang tembok putih persis seperti pertunjukan wayang kulit.

Ketika asyik ngobrol dengan temanku aku di kejutkan oleh suara orang tua. “Bolu…” demikian teriakannya lirih karena tenaga yang sudah habis. Seorang kakek tua dengan jalannya yang tertatih tatih menawarkan dagangannya. Ia membawa kue bolu dalam kotak seng berukuran kubus. Kotak itu memiliki lebar kira – kira 30an centi meter. Tutupnya berada diatas dengan cara membawa ditaruh didepan dada. Ada tali yang menyangga melingkar dilehernya.

“Kasihan ya kakek itu” kataku pada temanku, “sudah setua itu masih harus bekerja membanting tulang”. Dalam hati aku membatin dan berdoa semoga aku kelak tidak bernasib sama dengan kakek itu. Usia yang seharusnya memasuki masa pensiun dimana aku tinggal menikmati saja sisa hidup dan tidak harus bekerja keras lagi. Temenku kemudian memanggil bapak penjual kue bolu tersebut. “Pak beli satu ya, berapa?”. katanya sambil mendekat bapak tua itu. Dengan muka berbinar bapak tua itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah kami. Ia dengan tangan keriputnya segera membuka tutup toples tempat kue bolu yang dipondongnya. Diambilnya satu bungkus kue bolu dari dalamnya dan dimasukkan dalam tas kresek kecil. Segera diserahkan ke temanku dan temanku membayar sejumlah harga kue yang dibelinya.

Tanpa di komando beberapa temanku melakukan hl yang sama. Membeli kue bolu pada kakek tua itu.  Setelah temanku mendapatkan apa yang dia beli ia kembali menndekati aku. “Kamu belum makan ya?” tanyaku segera. “Aku masih kekenyangan malah” jawabnya hanya dengan nyengir. “lalu kenapa membeli kue itu?” tanyaku keheranan. “Aku cuma kasihan aja sama dia” katanya sambil membuka bungkus kue dan membagikan pada teman – teman yang lain. Usut punya usut ternyata beberapa teman yang membeli tadi memiliki perasaan yang sama. Ternyata mereka tergerak membeli bukan karena lapar atau menginginkan kue itu melainkan karena kasihan sama penjualnya. Aku tiba – tiba merinding mendengarnya.

Pelajara yang aku ambil :

Pertama akau merasakan benar sungguh Maha Besar Allah SWT yang menjamin Rezeki hambanya yang mau berusaha dan bersabar. Yang kedua bahwa ketika kita membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan namun atas dasar iklas dan ingin berbagi maka sama dengan ibadah. Aku bisa merasakan betapa lembut hati teman – temanku yang rela merogoh uang saku mereka untuk membeli kue pada orang yang sudah tua itu untuk berbagi meringankan bebannya.

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Iman - January 6, 2012 at 9:30 am

Categories: Opiniku   Tags: , ,

Next Page »